KARTINI dalam lembar sejarah dan era kini...

April bisa dibilang sebagai “bulan wanita”-nya bangsa Indonesia. Tentu karena kelahiran RA. Kartini pada tanggal 21 April. Beliau seorang pe...

April bisa dibilang sebagai “bulan wanita”-nya bangsa Indonesia. Tentu karena kelahiran RA. Kartini pada tanggal 21 April. Beliau seorang perempuan dengan pemikirannya begitu agresif dalam memajukan kaum perempuan. Kartini terus melalui proses dari kegelapan menuju cahaya. Namun cahaya yang terang benderang belum purna menyinarinya. Terhijab oleh tabir tradisi dan usaha westernisasi. Sebelum ia menuntaskannya, Kartini telah kembali kepada Pemiliknya. Belumlah pula kering tinta sejarah selesai menuliskannya. Namun wanita-wanita negeri terlalu terburu-buru membaca cita-citanya.

Kian hari emansipasi kian mirip saja dengan liberalisasi dan feminisasi. Sementara Kartini sendiri sesungguhnya semakin meninggalkan semuanya, dan ingin kembali kepada fitrahnya—muslimah—Islam. Menuju kefitrahan bagi Kartini adalah perjuangan. Hidayah tidaklah didapatkan melainkan hanya dengan kesungguhan (QS 69:29). Kartini merasa bahwa hati kecilnya selalu mengatakan : "Pergilah. Laksanakan cita-citamu. Kerjalah untuk hari depan. Kerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas dibawah hukum yang tidak adil dan paham-paham yang palsu tentang mana yang baik dan mana yang buruk. Pergi. Pergilah. Berjuanglah dan menderitalah, tetapi bekerjalah untuk kepentingan yang abadi" [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902]

Dalam kehidupannya belajar Islam di waktu kecil pun, Kartini tampil dengan sosok pemikirannya yang argumentaif.

Coba perhatikan dalam lembaran surat yang ia tulis ;
"Mengenai agamaku—Islam—Stella, aku harus menceritakan apa? Bagaimana aku dapat mencintai agamaku kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?" [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]

Kejadian itu memunculkan penolakan pada diri Kartini. Ia senantiasa menanyakan makna dari ayat-ayat Al-Quran yang dia baca karena Kartini tidak mau melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Hingga akhirnya Al-Quran diterjemahkan dalam bahasa Jawa dalam beberapa juz.

Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa. Kalau saja Kartini sempat mempelajari keseluruhan ajaran Islam (Al-Quran) maka tidak mustahil ia akan menerapkan semaksimal mungkin semua hal yang dituntut Islam terhadap kemuslimahannya, termasuk dengan menutup aurat. Terbukti Kartini sangat berani untuk berbeda dengan tradisi adatnya yang sudah terlanjur mapan. Kartini juga memiliki modal kehanifan yang tinggi terhadap ajaran Islam. Bukankah pada mulanya beliau paling keras menentang poligami, tapi kemudian setelah mengenal Islam,beliau dapat menerimanya.

Perjalanan Kartini adalah perjalanan panjang dan dia belum sampai pada tujuannya. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak sepenuhnya dapat lepas dari kungkungan adatnya. Jangan salahkan Kartini kalau dia tidak dapat lepas dari pengaruh pendidikan baratnya. Kartini bukan anak keadaan, terbukti bahwa dia sudah berusaha untuk mendobraknya. Kartini tidak dapat diartikan lain kecuali sesuai dengan apa yang tersirat dalam kumpulan suratnya : "Door Duisternis Tot Licht"- Dari Gelap Kepada Cahaya- yang terlanjur diartikan sebagai "Habis Gelap Terbitlah Terang". (Mudah-mudahan Allah merahmatinya).

Lalu, dimanakah seorang perempuan harus memerankan dirinya di era kini? Tidak perlu untuk tampil dengan kebaya dan sanggulnya, tidak perlu berlenggok-lenggok dengan gemulainya, tapi coba lihat semangat dan perjuangan Kartini yang patut ditiru hingga kini. Pemikiran Kartini yang selalu maju memperjuangkan wanita – wanita yang tertindas pada zamannya untuk tidak lagi disepelekan. Boleh jadi emansipasi wanita yang kini kita rasakan adalah misi Kartini yang tertunaikan. Kini Perempuan harus terus melanjutkan peran Kartini dahulu.

Sekali lagi, perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Maka dari itu, perempuan sungguh memiliki andil yang sangat besar bagi terciptanya generasi-generasi penerus islam yang berkualitas? Bayangkan bila setiap ibu adalah muslimah-muslimah yang salehah, bisa dipastikan generasi yang dihasilkan juga akan berkualitas. Generasi yang berkualitas akan memajukan negara. Semuanya itu adalah alur yang tak terbantahkan.
Rasulullah salallahu alaihiwassalam bersabda “Wanita adalah tiang negara. Jika baik wanita, baik negara. Jika rusak wanita, hancur negara”.
Tepat sekali bila rasul bersabda demikian. Jika keadaan negara kita sekarang bobrok, maka jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Sudah baikkah kita sebagai muslimah?

Maka bagimu para kaum hawa, persiapkanlah dirimu untuk menjadi pembangun bangsa ini. Jadilah wanita yang shalehah, jadilah pendidik yang memiliki kapabelitas yang tinggi, dan bersiaplah menjadi ibu yang baik. Persiapkan segalanya dalam kancah peperangan ini. Akhlakmu adalah cerminan hatimu, jagalah kehormatanmu.

Dan bagi kaum Adam, hormatilah kaum Hawa. Jaga mata dan hatimu dari fitnah. Renungkanlah perkataan Nabi Muhammad Saw berikut: ”Tidak akan menghormati kaum wanita kecuali orang-orang yang terhormat. Dan tidak akan merendahkan kaum wanita kecuali orang-orang yang memang rendah moralnya ( Al Hadits)”

Allahu`alam bi shawwab
Nama

Agenda,12,Artikel,4,Berita,13,cerita,1,Departemen al banna,9,diskusi,1,download panduan dakwah,1,Galery,4,Inspirasi,6,Kumpulan Novel,1,Motivasi,1,Taujihat,12,Tentang Kami,3,
ltr
item
Blog UKM Al Banna: KARTINI dalam lembar sejarah dan era kini...
KARTINI dalam lembar sejarah dan era kini...
Blog UKM Al Banna
https://blog.al-banna.com/2009/04/kartini-dalam-lembar-sejarah-dan-era.html
https://blog.al-banna.com/
https://blog.al-banna.com/
https://blog.al-banna.com/2009/04/kartini-dalam-lembar-sejarah-dan-era.html
true
6186978498577729261
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy